Pages

Sabtu, 05 Juli 2014

Bukan Cerita FTV

Haloh teman-teman..
Berhubung ini hari minggu, gue nyoba bikin cerpen buat nemenin KALIAN, iya.. KALIAN yang jomblo dan lagi bete karena di rumah aja, nggak bisa ke mana-mana. Baek kan gue?! Sebenernya nih cerpen garis besarnya udah pernah gue tweetin, tapi kali ini gue kembangin dan gue perhalus aja karena medianya lebih lebar. Nggak kepatok sama 140 karakter lagi. :D
 
Ya udah, berhubung nih postingan bakal full berisi tulisan, mending langsung kita mulai aja yak cerpennya.. CEKIDOT!
 
 
===================================================


Pagi itu Supri berangkat sekolah sambil membawa nampan berisi gorengan yang dia masak dari subuh. Dengan riang gembira dia melangkah menuju sekolah. Supri kecil sudah hidup sebatang kara. Ibunya meninggal saat melahirkannya, sedangkan ayahnya meninggal saat dilahirkan.
 
Supri berjualan gorengan demi menafkahi diri dan membayar sekolahnya. Teman-temannya ada yang mensupportnya, ada juga yang menghinanya. Tapi buat Supri, dia nggak bakal ngedengerin komentar pedas orang-orang yang tak pernah memberinya nasi. Supri sudah terbiasa hidup sendiri, itulah kenapa dia tak mudah untuk diintimidasi. Supri dulunya tinggal di panti Asuhan sampe umurnya 6 tahun. Lalu dia mulai belajar hidup mandiri dan tinggal di rumahnya yang dulu dengan bekal ilmu mengurus diri yang diajarkan di panti asuhan.
 
Memang manusia harus bisa menyaring perkataan orang lain kalo mau kehidupannya maju. Terlalu banyak mendengarkan omongan orang, akan menggiring kita menjadi sesuatu yang jauh dari jati diri kita sendiri, alhasil kita cuma jadi "wayang" yang dikendalikan omongan orang. Orang yang terlalu sering ngedengerin omongan orang lain daripada dengerin isi hati sendiri itu biasanya orang-orang yang diperbudak gengsi. Ya, dia lebih peduli sama apa yang dilihat orang lain, daripada apa yang dia rasakan dan jalani.
 
Suatu hari, Supri pernah di-bully oleh kakak-kakak kelasnya di SD. Saat dia berjualan, para berandalan itu mencicipi gorengannya satu-satu. Mereka gigitin satu-satu gorengan itu, lalu dibalikin ke nampan sambil bilang, "Ah.. gorengan lo gak enak! Males beli ah!!". Supri hanya bisa terdiam, sambil doain para berandalan itu mengalami sariawan di pantat. Supri tak mau marah, karena baginya amarah tak akan mampu menyelesaikan masalah, justru akan membuat masalah jadi lebih parah. Saat itu, ada seorang cewek yang merhatiin Supri sambil tersenyum penuh haru dari kejauhan.
 
Saat SMP, Supri mencoba untuk make strategi lain dalam berjualan gorengan. Dia menitipkan gorengannya di kantin sekolah dengan pembagian hasil 75%:25%. Dan setiap kali dia pulang sekolah, dia mengambil uang hasil penjualan gorengan dari kantin. Anehnya, setiap mengambil duit dan nampan wadah gorengannya, selalu ada 10 gorengan tersisa. Padahal dari jumlah uang yang dia terima, harusnya gorengannya habis semua. Supri bingung dong.. Terus Supri nanya ke mbak-mbak kantin, "Ini uangnya kebanyakan ya mbak? Gorenganku masih nyisa tuh?"
 

Mbak kantin cuma jawab, "Iya.. Tadi ada yang beli, udah bayar, tapi nggak jadi ngambil gorengannya.. Ndak tau.. mungkin dia buru-buru". Anehnya, hal itu terjadi berulang kali.
 
Memasuki jenjang SMA, Supri masih berjualan gorengan. Tapi caranya udah beda. Walaupun jualan gorengan, dia tetap mengikuti zaman. Kalo dulu dia jualan gorengan di kelas, sekarang dia jualan gorengan via instagram. Jadi tiap ada orang upload foto makanan di instagram, Supri bakal ngasih komen: "Cek IG aku ya kak.. Ada gorengan gurih dan lezat buat nemenin kamu makan hari ini.. :)"
 
Gorengan si Supri variatif. Ada Rainbow Gorengan, Cupcake Goreng, Eskrim Goreng, dan Donat Goreng. Tentunya dengan menu sevariatif dan seunik itu, dagangan supri jadi laris banget dong.
 
Dalam bisnisnya, Supri mendapatkan banyak sekali pelanggan tetap. Tapi di antaran pelanggan-pelanggan itu, ada satu pelanggan yang cukup aneh sikapnya. Pelanggan itu bernama Ningsih. Akun instagramnya @NingCih_CutezZz. Tuh cewek suka mesen gorengan yang ada di Instagram Supri via SMS. "Halo.. Aku pesen Rainbow Gorengan 20 ribu ya.. Uangnya udah aku transfer via Paypal."
 
Kenapa via Paypal? Karena Ningsih tinggal di Amsterdam. Saat Supri minta alamat Ningsih untuk mengirimkan gorengannya via FedEx, Ningsih selalu menolak. Jawaban Ningsih selalu begini,
 
"Ndak usah dikirim.. Itu aku beli buat kamu kok.. Aku cuma mau mastiin kamu ndak kelaperan hari ini.."
 
Sebenernya Supri lumayan bingung dengan sikap Ningsih, tapi dia mencoba untuk tidak begitu memikirkan siapa Ningsih sebenarnya. Karena Supri percaya: Orang baik, pasti akan dipertemukan dengan orang baik. Supri kembali fokus kepada kerjaannya.
 
Hari-hari berlalu, bulan dan tahun berganti. Saat lulus SMA Supri tetap sibuk mengurusi pekerjaannya, dan Ningsih tetap rutin ngorder gorengannya sambil bilang, "Ndak usah dikirim.. Itu aku beliin buat kamu kok.. Aku cuma mau mastiin kamu ndak kelaperan hari ini.."
 
Lama-lama, usaha si Supri makin maju. Omzet dari jualan gorengannya udah milliaran. Instagram Supri isinya bukan cuma gorengan lagi. Tapi lebih banyak pamer foto dia jalan-jalan ke luar negeri, koleksi mobil-mobil mewahnya, dan rumahnya yang luar biasa besarnya. Rumah itu terlalu besar untuk ditinggali sendirian. Ruang tamu 10 hektar, Ruang tidur 2 hektar, dan TV 14 inch. Dengan begitu, untuk jalan dari ruang tamu sampe ke dapur, pembantunya terpaksa harus naik metromini.
 
Tampaknya Supri mulai lupa bagaimana kehidupan masa lalunya. Apa yang dia lakukan sekarang cuma sekedar mengejar kesenangannya. Hilang sosok Supri yang sederhana. Yang muncul sekarang adalah sosok yang sedang "balas dendam" kepada kejamnya hidup di masa lalu. Tapi mengejar kesenangan pun ada titik jenuhnya. Titik jenuh itu datang saat semua terasa hambar dan sia-sia. Tak ada lagi makanan yang terasa enak, karena sudah terbiasa makan enak. Tak ada lagi rasa syukur, karena hampir lupa rasanya hidup kekurangan. Semua kemewahan itu benar-benar jadi pemicu kehambaran. Pemicu kehambaran hidup terbesar adalah saat kita tak punya lagi tujuan hidup.
 
Saat rasa hambar menyapa, Supri teringat kebahagiaan-kebahagian kecil yang dia dapatkan setiap harinya dulu. Ya, kebahagiaan itu adalah kalimat "Aku cuma mau mastiin kamu nggak kelaperan hari ini". Dia baru ingat, bagian itu sudah tak ada lagi semenjak Supri terhanyut dalam kesenangan dan kemewahannya. Supri baru sadar bahwa ada bagian paling berharga di masa lalunya yang sudah menghilang. Sekecil apapun sebuah perhatian, kalo hal itu rutin dilakukan, pasti akan berubah menjadi candu bagi orang yang dikasih perhatian.
 
Supri mencoba mencari Ningsih. Dia stalking instagram ningsih. Tapi di sana cuma ada foto-foto gorengan. Tidak ada foto wajah Ningsih. Supri bingung, dia tak tau bagaimana dia menemukan orang yang dia tak tau bagaimana wujudnya. Uang sebesar apapun tak akan mampu membantu Supri menemukan Ningsih. Ternyata perasaan semacam itu ada ya? Bagaimana mungkin orang bisa merasa kehilangan, sesuatu yang belum pernah dia miliki? Itulah manusia. Penuh dengan perasaan tak terduga.
 
Berbulan-bulan Supri mencoba mencari tau di mana Ningsih, tapi tak ada hasil. Nomor Ningsih yang biasanya dipake untuk mesen Gorengan pun tak bisa dihubungi. Kata operatornya, nomor itu sudah tak terdaftar. Supri merasa hidupnya semakin kehilangan warna. Segala kemewahannya hanyalah penghasil tawa, bukan bahagia. Tawa bisa hilang dalam hitungan detik. Tapi rasa bahagia tak akan hilang ketika diingat, karena akan selalu terasa menggelitik.
 
Saat Supri mulai putus asa terhadap pencariannya, Supri mencoba melakukan hal nekat. Dia ingin kembali menjadi dia yang dulu. Dengan begitu, dia berharap hidupnya kembali berwarna karena dia bisa merasakan lagi susahnya merintis karier. Merasakan lagi kelaparan karena uang pas-pasan. Dan mengalami lagi sebuah "petualangan", bukan hanya sekedar kesenangan. Dia jual semua benda mewah yang dia miliki. Rumah, Mobil, segalanya dia jual, lalu uangnya dia sumbangkan ke Panti asuhan tempat di mana dia pernah tinggal selama balita.
 
Praktis, Supri sudah tak punya apa-apa. Tapi yang jelas, Supri kembali punya tujuan hidup. Ada sedikit uang yang tersisa. Uang itu dia gunakan bukan untuk jualan gorengan lagi. Dia ingin mencoba usaha baru, jualan parfum. Kenapa Supri tak mau jualan gorengan lagi? Karena Supri sudah sukses di bidang itu. Dia tak mau melakukan hal yang sama, petualangan yang sama dan kesuksesan yang sama. Yap, kadang manusia tidak mutlak membutuhkan uang, manusia itu selalu punya jiwa petualang. Di mana uang hanya jadi sarana, jadi pilihan yang paling tepat untuk bisa menikmati hidup itu adalah dengan memiliki uang secukupnya, bukan sebanyak-banyaknya. Karena semakin banyak uang yang dimiliki, maka semakin banyak pilihan hidup yang bisa dipenuhi. Di titik itu, rasa hambar akan kembali menghampiri.
 
Supri jualan parfum via web pribadi dan twitter. Dia berjualan seperti dulu, dengan harapan dia bisa merasakan indahnya meniti karier seperti waktu itu. Suatu sore, Supri mendapatkan orderan parfum via SMS, "Mas, aku pesan parfum Hugo Boss Trully Bossy ya.."
 
Supri pun menjawab, "Oke Bro.. Nanti setelah anda transfer, barang akan saya kirim.."
 
Pembeli itu membalas lagi, "Kok bro? Saya cewek loh.. hehe."
 
Supri buru-buru minta maaf, "Maaf, mbak.. Saya kira anda cowok.. soalnya itu parfum untuk cowok.. Maaf.." 
 

SMS itu berbalas lagi, "Haha.. Gapapa.. Uangnya sudah aku transfer sesuai prosedur yang kamu tulis di web. Parfumnya gak perlu dikirim.. Aku cuma mau mastiin, kamu wangi hari ini.. Saat ketemu aku nanti. ;)"
 
Balasan SMS itu membuat senyum simpul penuh kebahagiaan yang sudah lama tak muncul di bibir Supri. Supri pun menjawab, "Terima kasih ya.. Dari kamu aku jadi belajar: Hidup tanpa punya apa-apa emang pedih, tapi lebih pedih lagi kalo hidup tanpa punya siapa-siapa,Ningsih. :)"
 
 
-TAMAT-
===================================================
 
 
Yap! Segitu dulu aja ya.. Semoga ada pelajaran berharga yang bisa kalian petik di sana. Gue capek ngetik mulu dari tadi.. Puasa nih, aus.. Sekarang gue mau bobo dulu. Badan tiba-tiba capek karena dipake mikir dari tadi.. Jadi, hari minggu ini gue nggak keluar rumah dulu deh.. Dadah!
 
Any comment? Feedback? Ngerasa pernah senasib sama Supri? Yang paling penting, APA PELAJARAN YANG KALIAN DAPETIN DARI POSTINGAN INI? Silakan tulis di comment box ya! Happy weekend! :D 

Selasa, 24 Juni 2014

Ciri-ciri orang yang belum bener-bener move on








Katanya udah move on, tapi kok masih deg-degan kalo mantan telepon?
Katanya udah move on, tapi kok poto jaman pacaran sama mantan masih disimpen di handphone?
Katanya udah move on, tapi kok masih suka nyindir-nyindir mantan?
 
Beberapa pertanyaan di atas, tampaknya bakal susah untuk dijawab oleh orang-orang ngakunya udah move on. Gue sering banget nemu kasus, temen gue yang abis putus, terus ngaku "Gue udah move on kok!", "Gue udah gak ada rasa sama dia kok!", atau kalimat penuh dendam seperti:
 
"Gue namain anjing gue sesuai nama mantan, biar gue selalu inget kalo gue pernah macarin anjing!"
 
Bah..
Menyimpan dendam ke mantan itu sebenernya adalah ciri-ciri orang yang belum move on. Karena dengan menyimpan dendam, sama aja orang itu masih menyimpan kenangan sama mantan, meskipun itu kenangan pahit. So, bisa disimpulkan kalo orang itu belum lepas dari masa lalunya.  Tapi emang beberapa orang perlu ditunjukkan fakta kalo dia belum bener-bener move on. Nah, gue khawatir di antara kalian ada juga yang ngalamin fenomena Nggak-Sadar-Belum-Move-On ini. That's why, gue sengaja bikin sebuah rumusan yang bakal bisa kalian pake buat nganalisa diri kalian sendiri, udah move on atau belum?
 
Here they are:
 

1. Lagu Favorit
Pas lagi sendirian di kamar, hujan deras mengguyur halaman, tiba-tiba terputar lagu "Lebih Indah" punya @Adera_Ega di radio. Misal itu lagu favorit sama mantan jaman pacaran dulu, terus gara-gara lagu itu, elo tiba-tiba ngeflashback semua kenangan indah sama mantan, dari jaman jalan-jalan, gendong-gendongan, sampai bobo-boboan. Gara-gara hal itu, elo langsung matiin radionya. Berharap flashback itu nggak dateng lagi.
 
Justru itu menandakan kalo elo belom move on loh. Bukan masalah flashbacknya, karena yang namanya ingatan, itu nggak bakal bisa dihilangkan. Kecuali kalo elo abis ketabrak angkot, terus keseret sampe 3 KM, mungkin abis itu elo bakal amnesia. Yang jadi ciri-ciri elo belom move on dari contoh kejadian di atas adalah, lo takut atau gak suka sama flashback itu. Padahal, kalo yang namanya udah move on, lo nggak bakal takut sama apapun yang berhubungan dengan masa lalu. Semua itu nggak ngefek apa-apa di hati lo.
 
2. Nyimpen Kado
Nyimpenin atau nyembunyiin barang-barang pemberian mantan itu malah nunjukin kalo lo belum move on. Kenapa begitu? Karena dengan nyembunyiin barang-barang pemberian mantan, atau nggak ngebolehin orang lain memiliki barang itu, artinya lo takut bakal keinget mantan lagi pas ngeliat barang itu. Kalo orang yang bener-bener udah move on sih, nggak bakal memperlakukan secara spesial lagi barang pemberian mantan.
 
Contohnya, misal dulu mantan ngasih boneka. Nah, karena sayangnya sama boneka itu, bonekanya lo jadiin temen bobo terus, nggak boleh ada orang lain yang megang juga. Itu contoh memperlakukan pemberian pacar secara spesial. Kalo lo emang udah move on, perlakuan seperti itu nggak bakal ada lagi. Lo bakal ngebiarin boneka itu dimainin sama keponakan, atau dipake ngepel sama simbok pembantu. Karena buat lo, benda itu emang udah nggak ada nilai spesialnya lagi. 
 
3. Nutup Hati
Supri putus sama Ningsih pas sekolah TK Nol Besar. Sejak saat itu, Supri menjomblo hingga sekarang. Setiap kali ditanya sama temen "Kenapa gak nyari pacar sih?" Supri cuma bakal jawab, "Males ah.. Ribet!" Itu adalah contoh nyata orang yang menutup hatinya secara sadar karena trauma dengan kisah cinta.
 
Tapi, ada juga orang yang secara nggak sadar udah menutup pintu hatinya. Contohnya, orang itu sering gagal pedekate karena dia gampang ilfeel pas gebetannya punya sifat yang sedikit berbeda sama mantan. Misal mantan dulu suka cebok pake tangan kiri, eh.. pas lihat gebetan lagi cebok pake kaki kiri, orang itu langsung ilfeel, dan batal ngelanjutin pedekate. Yup.. Itu contoh orang yang secara nggak sadar udah nutup pintu hatinya untuk orang lain yang kriterianya berbeda sama mantan. Dan buat orang-orang kayak gitu, mustahil banget dia bakal bisa pacaran lagi, karena karakter manusia itu selalu berbeda-beda. Nggak bakal ada yang sama persis.
 
Tapi bukan berarti dengan brutal membuka hati untuk menunjukkan ke dunia kalo udah move on. Contohnya? Jadian tapi cuma buat pelarian. Buat nunjukin ke mantan kalo udah bisa lagi dapet pasangan. Di titik itu, justru orang itu malah nunjukin kalo dia belum move on, karena alasan utamanya pacaran adalah untuk nunjukin ke mantan. Which means, masih PEDULI sama mantan. ;) 
 
4. Kepo
Gue kadang masih heran sama orang-orang yang gagal move on. Suka ngepoin TL twitter mantan, udah tau bakal sakit hati, eh.. selalu diulangi lagi dan lagi. Ngekepoin kehidupan mantan itu juga salah satu ciri-ciri orang yang belum bener-bener move on. Nyari tau dia udah punya pacar baru belum, nyari tau hidup mantan sekarang lebih bahagia atau nggak, nyari tau pacar barunya lebih cakep atau nggak, dan segala aktivitas semacam itu menunjukkan kalo orang itu belum bener-bener move on. Karena alasan terbesarnya adalah, dia masih PEDULI dengan kehidupan mantan. Kalo masih PEDULI, itu salah satu ciri-ciri kalo masih sayang. Orang kalo udah move on mah nggak bakal mau ngurusin hidup mantan, karena mereka udah beda jalan.
 
5. Nyindir dan Maki
Sering ngetweet #NoMention dengan isi sindiran-sindiran sadis yang ditujukan ke mantan, atau curhat ke temen-temen tentang jahatnya mantan adalah faktor yang menunjukan orang itu belum bener-bener move on. Kalo orang itu bener-bener udah move on, dia nggak bakal mau ngebahas masa lalu, karena dinilai cuma ngebuang-buang waktu. Toh maki-maki mantan atau nyindir-nyindir mantan itu juga nggak bakal bisa memperbaiki masa lalu kan?
 
6. Musuhin
Ngeblok semua akun social media mantan, terus nggak mau nyapa pas ketemuan, adalah contoh orang gagal move on juga. Karena seperti point sebelumnya, dendam itu juga contoh oleh-oleh dari masa lalu. Lo masih dendam sama mantan? Artinya lo masih nyimpen 'oleh-oleh' itu. :p
 
Kesimpulan dari semua point di atas,
Move On yang sebenarnya itu bukan melupakan masa lalu, karena agak mustahil untuk melakukan itu. Move on itu adalah ikhlas melepas masa lalu dan bersiap untuk mendapatkan yang lebih baik daripada yang dulu.
 
Yup! This is the end of the post. Semoga postingan ini nggak bikin kalian makin galau, tapi justru membuat kalian bener-bener siap menerima pasangan baru. Inget.. Move on itu bukan untuk diucapkan, tapi cukup dilakukan. Bukan melupakan mantan, tapi berhenti menyayangi mantan. Dan juga, tidak musuhan~ :)
 
Btw, berdasarkan tulisan di atas, ada yang belum bener-bener move on kah? Kalian kena di point mana? Share di comment box ya!! Thank you! :D

Jumat, 20 Juni 2014

Antara Sekolah dan LDR

Assalamualaikum sidang pembaca yang budiman.. (Efek sholat jum'at tadi siang)

Hari ini, saya ingin sharing #RenunganNgakak dengan anda sekalian.. Tapi sebelumnya mari kita berucap Alhamdulillah karena kita masih bisa dipertemukan lagi di hari yang indah ini..

Oke, barusan gue tawarin ke temen gue untuk mengirimkan curhatan mereka ke email gue dengan subyek #TabibSesat. Dan Alhamdulillah langsung dapet lebih dari 20an email yang isinya rata adalah permasalahan anak muda seperti, Kenapa ortu galak? Kenapa Guru Killer panjang umur? Kenapa Nilai Inflasi Rupiah terus menurun?! Kenapa Partai Demokrat sering diguncang masalah?



Akhirnya, gue pilih satu email untuk dibahas hari ini yaaaa..
Email yang kepilih untuk dijawab oleh #TabibSesat hari ini adalah email dari :
kentylarasati@gmail.com


Halo kak opang :)
 

Bantuin gue dong..
Skrg gue udh kls 9, itu artinya kan bentar lg gue SMA dan harus milih penjurusan.. Gue bingung ntar pas SMA mau masuk IPA/IPS. Gue takut nanti gue salah pilih, itu kan mempengharui masa depan gue, nanti kalo gue salah pilih gue kuliah nya gimana?!?!


Gue ga mau jd siswa abadi kayak lo kak u,u
Gue mau wisuda! Mau banggain orang tua!
Coba deh kak bayangin gimana susahnya orang tua lo ngumpulin duit cuma buat biaya sekolah lo kak tp lo nya ga lulus lulus, nyesek kak! NYESEK!
 
Gue sedih liat lo kak, lo bs nyelesain blog tp ga bisa nyelesain SEKOLAH ! Gila kan -_-
Semoga lo lama ya lulus nya :)
Makasih kak!
 
#TabibSesat menjawab :
 
*Nahan emosi* *Gak Mau Puasa Batal* 


Jadi dek.. siapa tadi namanya? Ketek Larasati? Nah.. Dek ketek kan MASIH SMP!! NGAPAIN MIKIRNYA UDAH SEJAUH ITU?! HAAAAHH!!! sekarang aja elo masih kelas 9! Belom tentu abis ini elo bisa lulus UAS! kalo gak lulus, jelas aja elo nggak bakal bisa masuk SMA.. kalo gak bisa masuk SMA, jelas aja ujung ujungnya elo bakal kerja di Salon mobil! Bayangkan, tiap hari elo kerjaaannya cuma ngelapin ban mobil!! SEUMUR HIDUP!! BAYANGKAAAAN!!
 
Point kedua, NGAPAIN TULISAN ADEK DI ATAS MALAH SEAKAN-AKAN MAU BIKIN GUE GALAU DAN TIDURAN DI ZEBRA CROSS?! segala urusan gak lulus lulus sekolah ditanyain! kenapa?! HAH?!!
 

Tau nggak dek? Gara-gara email adek ini, gue sampe nyesek dan lupa kalo lagi puasa akhirnya gue makan nasi padang dan rendang! Setelah gue kenyang, gue pun inget lagi puasa! Untung aja tadi makan nasi padangnya dalam keadaan lupa.. jadi puasa gue nggak batal.
 
Tapi gara gara curhatan dek Ketek, gue jadi inget pas SMP dulu.. Gue juga sempet galau, mau ngambil IPA/IPS. Gue bingung banget tuh! Kalo masuk IPA, ntar isinya kutu kutu buku kacamata tebel dan behel tumpuk lima.. Kalo masuk IPS, ntar temen temen gue pasti anak anak yang demen bolos, suka naroh permen karet di kursi guru dan hobby ngeliatin isi rok temen temen pake cermin! Saking galaunya, gue sampe males bayar SPP selama satu semester!
 
Oke dek.. Solusi dari tabib, dek Ketek pede aja lah.. Gak usah mikir jauh jauh dulu.. yang penting optimis jalani apa yang sekarang adek hadapi dengan sebaik-baiknya. Insya'allah kelak Allah akan memberi petunjukNYA.. Pertolongan Allah itu akan selalu datang di waktu yang tepat kok.. :)
 
Yap.. Berhubung di atas kita udah bahas soal sekolah.. Maka di ceramah Renungan Ngakak hari ini, gue bakal bahas tentang hal yang gak jauh jauh dari dunia Sekolah..
 
Tema renungan kita hari ini adalah LDR..






Gue juga nggak ngerti apa hubungannya LDR ama sekolah.. tapi ya udah sih, yang penting ngepost ini..
 
LDR, atau bisa diartikan sebagai "Long, & Desperate Relationship" atau "Lonely, Desperate & Rusty", adalah salah satu tipe hubungan yang lagi ngehits akhir akhir ini..
 
Tapi apa aja sih efek efek dari LDR?
 
Efek efek LDR ada dua.. Efek negatif dan Efek Positif..
 
Efek negatif :
 
 
- Para pelaku sering mengalami Galau berkepanjangan karena disiksa oleh rindu
- Para pelaku bakal sering ngabisin pulsa untuk telpon-telponan..
- Para pelaku bakal sering jalan miring karena mengalami gangguan di salah satu sisi otak, soalnya freqwensi telepon berjam-jam yang mereka lakuin tiap malem, dapat menyebabkan kerusakan di sel syaraf otak dan endingnya, bakal sering mengalami pantat Migren..
 
Efek Positif :
 
- Nggak ada.
 
So, bagi para pelaku LDR, come on.. Bukankah hubungan yang imbang itu nggak bisa cuma diwakili dengan tulisan dan suara?
 
"Sayang.. aku sakit.."
"Jangan lupa minum obat ya~"
"Kok gitu doang?!"
"Emang kamu mau apa lagi sayang?"
"Aku mau kamu peluk.."
"Kan kita jauh.."
"......."
 
=========  
 
"Sayang.. aku kangen.."
"Aku juga sayang.."
"Aku pengen nyium kamu.."
"nih.. Emmmah!!"
*Gagang telpon kena iler* 
 
========= 
 
Bayangkan kalo hal ini terjadi.. Lagi puasa.. Waktu sahur elo heboh nge-BBM/SMS pacar nyuruh sahur.. Gak taunya dia lagi disuapin orang lain.. #Dalem
 
So, buat yang lagi LDR, udahlah.. nyerah aja.. Mendingan jomblo.. Jelas nggak ada yang dikangenin, jelas nggak ada yang dipikirin, dan jelas nggak laku-nya.. #CuciOtak
 
Daripada duit elo beliin pulsa buat nelpon pacar yang gak tau dimana rimbanya, mending duitnya masukin ke kotak amal mesjid.. Sadar nggak? Tiap hari kita bisa ngeluarin duit at least Goceng buat beli pulsa atau main warnet, gak kerasa berat kan? Tapi coba deh tiap hari elo masukin duit goceng ke kotak amal, pasti gak relaaaaa banget rasanya..
 
Nah.. sekian renungan #PenggalauanMassal hari ini.. buat yang lagi LDR, sengaja gue nulis gini buat ngetes iman kalian.. Pada Galau nggak? Kalo iman kalian goyah apalagi ngamuk ngamuk sampe bikin dosa cuma gara gara tulisan ini.. yah.. artinya LDR kalian mah emang cuma "maya" doang.. nggak ada keyakinan kalo perasaan kalian emang "nyata".. :p
 
 
Wassalam!!
MUAHAHAAAHAHAHAHA!!